Penyelenggaraan World Oral Health Day 2026
World Oral Health Day (WOHD) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Pada tahun 2026, rangkaian kegiatan WOHD berhasil dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Sekolah Dasar No. 1 Kedonganan, Kuta, Badung, Bali serta Wantilan Desa Adat Kedonganan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar serta masyarakat sekitar sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.
Pembukaan Acara Secara Resmi
Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung khidmat dan tertib. Kegiatan dimulai dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Hymne FK UNUD dengan penuh semangat yang mencerminkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap institusi. Setelah itu, Ketua Panitia WOHD 2026 menyampaikan laporan kegiatan yang berisi latar belakang, tujuan, serta gambaran umum pelaksanaan acara.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, yaitu Ketua HMKG, Ketua BEM FK UNUD, Kepala Sekolah SD No. 1 Kedonganan, Bendesa Adat Kedonganan, serta Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi, drg. I Gusti Agung Dyah Ambarawati, M. Biomed. Setiap sambutan memberikan dukungan serta apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Sebagai penutup sesi pembukaan, dilakukan penyerahan plakat kepada pihak sekolah dan sertifikat kepada Bendesa Adat Kedonganan sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin.




Senam Bersama Anak Indonesia Hebat
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan senam “Anak Indonesia Hebat” yang diikuti dengan penuh antusias oleh siswa-siswi sekolah dasar bersama panitia. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat dan energi peserta sebelum memasuki rangkaian acara inti.
Senam dilakukan dengan iringan musik yang ceria sehingga mampu menarik perhatian anak-anak. Selain itu, interaksi antara panitia dan peserta selama senam juga membantu membangun kedekatan sehingga anak-anak menjadi lebih nyaman dan tidak merasa tegang dalam mengikuti kegiatan selanjutnya. Suasana pun menjadi lebih hidup, penuh keceriaan, dan kebersamaan.

Pemeriksaan Dan Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Mulut
Kegiatan inti berupa pemeriksaan dan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan secara bersamaan. Pemeriksaan gigi dilakukan secara gratis bagi siswa-siswi SD serta masyarakat sekitar dengan bantuan para co-ass sehingga peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka secara langsung.
Selain pemeriksaan, panitia juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Materi yang disampaikan meliputi penyebab terjadinya karies, peran kuman dalam merusak gigi, serta pentingnya menjaga pola makan dan kebiasaan menyikat gigi yang baik dan benar. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Tidak hanya melalui penyampaian secara langsung, panitia juga membagikan brosur edukatif kepada masyarakat sekitar di area Wantilan Desa Adat Kedonganan. Brosur ini berisi informasi singkat dan mudah dipahami mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga pesan edukasi dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah kegiatan selesai.
Untuk menjaga suasana tetap menyenangkan, siswa-siswi yang menunggu giliran pemeriksaan mengikuti lomba mewarnai. Kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu tunggu, tetapi juga melatih kreativitas anak serta membuat mereka tetap terlibat aktif selama acara berlangsung.





Drama Edukasi “Cermin”
Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan drama edukasi bertajuk “CERMIN” yang merupakan singkatan dari Cerita dalam Media Interaktif Edukatif. Drama ini dirancang khusus sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi anak-anak sekolah dasar.
Dalam drama ini, panitia menyampaikan edukasi mengenai karies gigi dan rasa sakit yang dapat timbul akibat kebiasaan tidak menyikat gigi yang disebabkan oleh kuman. Penyampaian materi dilakukan melalui cerita yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Keunikan dari drama “CERMIN” terletak pada penggunaan media peraga yang ditampilkan secara langsung, seperti model gigi, kuman, dan sikat gigi. Media ini membantu anak-anak untuk memvisualisasikan bagaimana kuman dapat merusak gigi serta bagaimana cara membersihkannya dengan benar.
Selain itu, di sela-sela pertunjukan juga disisipkan pertanyaan interaktif kepada para siswa. Hal ini bertujuan untuk menguji pemahaman mereka sekaligus mendorong partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya interaksi ini, suasana menjadi lebih hidup dan anak-anak terlihat lebih antusias dalam mengikuti alur cerita.
Melalui pendekatan yang edukatif sekaligus menyenangkan ini, diharapkan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat tersampaikan secara efektif dan membekas pada anak-anak.


Pohon Harapan, Nominasi, dan Dokumentasi
Sebagai penutup, diadakan sesi “Pohon Harapan” yang menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini. Pada sesi ini, siswa-siswi diminta untuk menuliskan harapan mereka terkait kesehatan gigi dan mulut pada sticky notes, kemudian menempelkannya pada pohon harapan yang telah disediakan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran serta komitmen sejak dini terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri.
Selanjutnya, dilakukan pengumuman pemenang lomba mewarnai sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kreativitas siswa-siswi. Suasana menjadi semakin meriah dengan adanya pembagian hadiah kepada para pemenang.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan panitia, co-ass, serta seluruh peserta. Dokumentasi ini menjadi bentuk kenang-kenangan sekaligus bukti terlaksananya kegiatan WOHD 2026 dengan baik dan penuh makna.


Harapan untuk kegiatan World Oral Health Day (WOHD) 2026 adalah agar kegiatan ini dapat terus meningkatkan kesadaran anak-anak, orang tua, serta masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada setiap tahap kehidupan, sejalan dengan tema WOHD 2026 yaitu “Healthy Smiles, Happy Lives”. Diharapkan kegiatan ini mampu memberikan pemahaman bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, tetapi juga mendukung rasa percaya diri, kenyamanan, serta kualitas hidup sehari-hari. Selain itu, diharapkan WOHD selanjutnya dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan masyarakat di berbagai wilayah sehingga edukasi kesehatan gigi dan mulut dapat dirasakan secara lebih luas dan merata. Kegiatan pemeriksaan dan edukasi juga diharapkan semakin optimal dengan fasilitas yang lebih baik, media pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, serta adanya tindak lanjut bagi peserta yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan seperti sosialisasi, drama interaktif, permainan, serta demonstrasi langsung, diharapkan masyarakat, khususnya anak-anak, semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari.









Leave a Reply