SPARKLING SMILES, HIDDEN RISKS: MENGUNGKAP DAMPAK TOOTH GEMS TERHADAP KESEHATAN GIGI

SPARKLING SMILES, HIDDEN RISKS: MENGUNGKAP DAMPAK TOOTH GEMS TERHADAP KESEHATAN GIGI

Tooth Gems sebagai Tren dalam Estetika Senyum

Gambar 1. Tren Tooth Gems Kembali Ramai Berkat Naykilla Look
Sumber: Instagram @satudental (2026) 

Senyum kini tidak hanya menjadi bagian dari ekspresi, tetapi juga bagian dari gaya. Tren tooth gems semakin dikenal di media sosial dan kembali menjadi perhatian setelah digunakan oleh sejumlah figur publik, salah satunya Naykilla. Kristal kecil, permata, hingga berbagai bentuk hiasan ditempelkan pada permukaan gigi untuk memberikan kesan berkilau dan menjadi ciri khas penampilan. Perkembangan tren tersebut membuat gigi tidak lagi dipandang hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari self-expression.

Popularitas tooth gems semakin berkembang melalui berbagai unggahan di media sosial yang menampilkan hiasan gigi sebagai aksesori senyum yang unik dan menarik. Pilihan desain yang beragam membuat hiasan ini dapat disesuaikan dengan karakter dan selera penggunanya. Keinginan mengikuti tren membuat perhatian terhadap estetika terkadang lebih besar dibandingkan pemahaman mengenai kondisi gigi, bahan yang digunakan, dan cara pemasangannya. Tooth gems memang berukuran kecil, tetapi pemasangannya tetap melibatkan permukaan gigi dan bahan perekat tertentu.

Tren tooth gems menghadirkan dua sisi yang perlu diperhatikan. Hiasan tersebut dapat menjadi bentuk kebebasan berekspresi melalui estetika senyum, tetapi penggunaannya tetap berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Ketika tren kecantikan semakin cepat menyebar melalui media sosial dan figur publik, masyarakat perlu memiliki informasi yang cukup sebelum menggunakannya. Senyum yang menarik bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang kondisi gigi yang berada di baliknya.

Seiring berkembangnya tren ini, layanan pemasangan tooth gems juga mulai ditawarkan oleh salon kecantikan dan penyedia jasa estetika nonmedis. Kemudahan akses dan harga yang beragam membuat layanan tersebut menarik bagi masyarakat, tetapi muncul pertanyaan mengenai kesesuaian prosedur yang dilakukan dengan prinsip kesehatan gigi dan mulut. Pemasangan tooth gems bukan sekadar menempelkan hiasan pada gigi, melainkan melibatkan penggunaan bahan dan teknik tertentu yang perlu disesuaikan dengan kondisi gigi. Hal ini menunjukkan bahwa mengikuti tren estetika senyum perlu disertai pemahaman mengenai pentingnya prosedur yang tepat dan keterlibatan tenaga profesional yang kompeten dalam menjaga kesehatan rongga mulut (Cheng et al., 2025).

Risiko di Balik Senyum yang Berkilau
Tooth gems dapat membuat senyum terlihat lebih unik, tetapi batu hias yang menempel pada permukaan gigi dapat menjadi tempat menempelnya plak, yaitu lapisan tipis yang mengandung bakteri. Posisi batu juga dapat membuat beberapa bagian gigi lebih sulit dibersihkan sehingga kebersihan mulut perlu lebih diperhatikan. Penumpukan plak yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko gangguan pada gigi dan gusi. Penelitian mengenai hiasan pada gigi menunjukkan bahwa penggunaan tooth jewelry perlu memperhatikan kebersihan mulut karena dapat berkaitan dengan masalah kesehatan gigi dan jaringan di sekitarnya (Osuh et al., 2023). Cara pemasangan dan pelepasan tooth gems juga perlu diperhatikan karena bahan perekat yang tidak sesuai atau prosedur yang dilakukan secara sembarangan dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan gigi.

Kajian mengenai hiasan di rongga mulut menemukan masalah seperti gigi terkikis, gigi retak, dan perubahan pada jaringan gusi, meskipun sebagian besar bukti tersebut berasal dari oral piercing sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan penggunaan tooth gems (Passos et al., 2022). Pemeriksaan gigi sebelum pemasangan, pemilihan bahan yang sesuai, pemasangan oleh tenaga profesional, serta pembersihan gigi secara rutin dapat membantu mengurangi risiko yang mungkin muncul. Cheng et al. (2025) juga menekankan pentingnya keterlibatan dokter gigi dalam pemasangan tooth gems karena prosedur tersebut berhubungan langsung dengan permukaan gigi dan kesehatan rongga mulut.

Dampak Tooth Gems terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut
Penggunaan tooth gems dapat memberikan dampak terhadap kebersihan dan kesehatan gigi apabila tidak dirawat dengan baik. Gem yang menempel pada permukaan gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sisa makanan, sehingga kebersihan gigi menjadi lebih sulit dijaga. Kondisi tersebut dapat meningkatkan penumpukan plak dan berisiko menyebabkan masalah pada gigi, termasuk kerusakan enamel dan karies. Oleh karena itu, perawatan kebersihan mulut dan pemeriksaan gigi secara rutin tetap diperlukan selama menggunakan tooth gems (Mattapally et al., 2025).

Penggunaan tooth gems juga dapat menimbulkan masalah pada jaringan di sekitar mulut apabila pemasangan atau perawatannya tidak dilakukan dengan tepat. Beberapa dampak yang dapat terjadi meliputi gigi sensitif, penumpukan plak, kerusakan jaringan gusi, gangguan pada gigitan, serta iritasi atau reaksi alergi pada jaringan mulut. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan melakukan pemeriksaan kondisi gigi sebelum pemasangan, menggunakan prosedur yang tepat, menjaga kebersihan mulut, dan melakukan perawatan oleh tenaga yang memiliki kompetensi di bidang kedokteran gigi (Cheng et al., 2025).

Prosedur Pemasangan dan Bahan Tooth Gems
Pemasangan tooth gems diawali dengan berdiskusi terlebih dahulu dengan pasien untuk menentukan jenis gems dan lokasi pemasangan yang diinginkan. Tooth gems dapat menggunakan berbagai jenis bahan, seperti emas, perak, baja bedah, atau kristal Swarovski. Setelah pilihan ditentukan, permukaan gigi dibersihkan/profilaksis untuk menghilangkan kotoran dan memastikan area pemasangan dalam kondisi bersih. Gigi kemudian dijaga agar tetap kering menggunakan alat khusus yaitu rubber dam atau kapas untuk mencegah air liur mengganggu proses pemasangan. Selanjutnya, permukaan gigi diberi bahan khusus yaitu etching yang  menghasilkan permukaan yang lebih kasar sehingga bahan adhesif dapat melekat dengan baik (Kim et al, 2012)

Gem kemudian ditempelkan menggunakan komposit, yaitu bahan perekat yang juga banyak digunakan dalam perawatan gigi. Gem dapat diambil dan ditempatkan menggunakan wax pencil atau pensil lilin agar posisinya lebih mudah diatur. Setelah gem berada di posisi yang tepat, komposit disinari menggunakan lampu curing untuk mengeraskannya dan membuat gem melekat pada gigi. Sisa komposit yang berlebih kemudian dibersihkan sehingga hasilnya tetap rapi dan nyaman (Kim et al, 2012).

Peran Dokter Gigi dalam Tren Tooth Gems
Tooth gems merupakan hiasan yang ditempelkan pada permukaan gigi untuk meningkatkan nilai estetika. Penggunaan tooth gems perlu memperhatikan prosedur pemasangan yang tepat, kondisi kesehatan gigi dan mulut, serta keamanan bahan yang digunakan. Pemasangan sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi atau dengan pengawasan langsung dokter gigi untuk memastikan prosedur dilakukan dengan benar dan meminimalkan risiko terhadap kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, pemahaman mengenai prosedur pemasangan dan risiko penggunaannya penting agar tren tooth gems dapat diikuti dengan tetap memperhatikan kesehatan gigi dan mulut (Mattapally et al., 2025; Cheng et al., 2025).

Dokter gigi memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan tooth gems tetap memperhatikan kondisi gigi dan kesehatan rongga mulut. Sebelum pemasangan, dokter gigi memeriksa kondisi gigi dan jaringan di sekitarnya, karena penggunaan tooth gems dapat berkaitan dengan penumpukan plak, sensitivitas gigi, gangguan pada jaringan gusi, serta iritasi atau reaksi pada jaringan mulut. Setelah pemasangan, dokter gigi mengedukasi pengguna mengenai risiko tersebut dan cara menjaga kebersihan gigi, serta memantau kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah komplikasi. Pemasangan tooth gems perlu dilakukan atau diawasi oleh dokter gigi, sehingga diperlukan pengaturan sejak dini untuk memastikan prosedur tersebut hanya dilakukan oleh tenaga yang kompeten sebelum tren ini semakin meluas. Dengan demikian, peran dokter gigi mencakup pemeriksaan, pemasangan, edukasi, pencegahan komplikasi, dan pemantauan kesehatan gigi dan mulut pengguna tooth gems (Mattapally et al., 2025; Cheng et al., 2025).

KESIMPULAN
Tren tooth gems menjadi salah satu bentuk self-expression melalui hiasan gigi yang semakin populer untuk memperindah penampilan. Meskipun menarik secara estetika, penggunaannya dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan gigi dan mulut. Risiko tersebut meliputi penumpukan plak, karies, sensitivitas gigi, kerusakan permukaan gigi, serta gangguan pada jaringan gusi apabila pemasangan dan perawatannya tidak tepat. Pencegahan dapat dilakukan melalui pemilihan bahan yang sesuai, penerapan prosedur yang benar, dan pemeliharaan kebersihan mulut secara rutin. Dokter gigi berperan penting dalam memeriksa kondisi gigi, memastikan prosedur yang tepat, memberikan edukasi, serta memantau kemungkinan komplikasi. Dengan demikian, penggunaan tooth gems perlu mempertimbangkan aspek estetika sekaligus mengutamakan kesehatan gigi dan mulut.

PENULIS
Aurelia Amelia
Ivana Jesslyn

DAFTAR PUSTAKA

  • Cheng, F.C., Wang, L.H. and Chiang, C.P. (2025). To wear the most conspicuous decoration on the teeth: The role of the dentists in tooth gem installation in Taiwan.  Journal of Dental Sciences, 20(2), pp. 1367–1369. https://doi.org/10.1016/j.jds.2024.11.026 
  • Kim, H. J., Karanxha, L., & Park, S. J. (2012). Non-destructive management of white spot lesions by using tooth jewelry. Restorative Dentistry & Endodontics, 37(4), 236–239. https://doi.org/10.5395/rde.2012.37.4.236
  • Mattapally, R., et al. (2025). Knowledge and awareness regarding on tooth jewellery among dental students. International Journal of Drug Research and Dental Science, (volume), 57.
  • Osuh, M.E., Oyaniran, O.H., Tunde-Alao, T.S., Lawal, F.B., Oke, G.A., Osuh, J.I., Harris, B., Chen, Y.F. and Lilford, R.J. (2023) ‘Tooth adornment among siblings living in an urban slum in Nigeria: Health implications for a vulnerable population’, Clinical Case Reports, 11(1), e6563. https://doi.org/10.1002/ccr3.6563 
  • Passos, P.F., Pintor, A.V.B., Marañón-Vásquez, G.A., Campos, T., Abrahão, A.C., Ferreira, D.M.T.P., Maia, L.C., Primo, L.G. and Visconti, M.A. (2022). Oral manifestations arising from oral piercings: A systematic review and meta-analyses. Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology and Oral Radiology, 134(3), pp. 327–341. https://doi.org/10.1016/j.oooo.2022.04.051 

#HMKGARUNA
#HangatBersamaKuatMelangkah
#FKUnud
#VivaHippocrates

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *